Hanya Aku..

Senyap sedikit mengembarakan
membawa angin malam dalam relung menyisakan dinginnya
aku tertutup mata dan hati tetap berbicara
pikiranku separuh melayang separuh terlelap
aku pun tak tau apa yang aku inginkan
mencari sedikit yang masih bisa mengenangku

setelah terakhir, tak ada lagi kenanganmu
tak lagi masa lalu tapi masa depan
penghias tidurpun tidak
bersamamu dalam mimpi pun tidak

gelapku dan pagimu bersinar
aku menyeruak dalam setiap ingatanku
memusnahkan setiapnya
aku adalah aku
dan aku saja, tidak kamu

Nyonya Marie

Nyonya Van der Berg, yang bernama gadis Marie, dalam usianya yang sudah melewati enam puluh tahun, tubuhnya masih tetap ramping seperti saat masih remaja. Tentu saja hal ini sangat membanggakan dirinya.

Marie rela mengajak keluar dan mentraktir teman-teman lamanya hanya untuk melihat bentuk tubuhnya. Dan lagi dan lagi, sesuai dengan apa yang Marie harapkan, Marie selalu mendapatkan bahwa teman-teman nya yang dulu ramping kini sudah mengembang dengan lemak bergelambir di beberapa bagian tubuh mereka, terutama perut.
Ini karena melahirkan, kata temannya. Tapi mereka tak bisa membela diri terlalu banyak karena Marie yang berbadan ramping berperut rata itu sudah melahirkan empat orang anak.

Hari ini merupakan hari yang sudah ditunggu-tunggu Marie. Hari pertemuan dengan teman-teman lamanya. Marie sudah mengatur agar mereka mengadakan pertemuan sebulan sekali, dengan alasan untuk menjaga tali persahabatan agar tidak terputus begitu saja. Tentu saja, Marie yang akan membayar semua biaya dari pengeluaran itu.

Benar saja, sekali lagi Marie menjadi pusat perhatian di pertemuan yang terdiri dari enam orang itu. Karena entah bagaimana, Marie selalu berhasil membawa topik tentang berat badan ke dalam pertemuan itu. Dan tak bosan-bosannya, temannya berusaha mendapat sedikit resep untuk mendapatkan tubuh langsing.
“Aku heran bagaimana badanmu bisa tetap langsing setelah melahirkan beberapa anak”
“Suamimu tentu sangat bangga dan bahagia memiliki istri yang bertubuh langsing”
“Beri kami tips untuk bisa langsing sepertimu Marie”
Pertanyaan beruntun dari teman-temannya itu tentu saja membuat Marie lebih merasa bersemangat lagi.
“Kalian harus berpikir betapa menyedihkan hidup kalian. Kau, Amber dan Gina, suamimu menceraikanmu. Jika tubuhmu langsing dan menarik, tentu dia tak akan meninggalkanmu. Lihat saja suamiku, mana mungkin dia meninggalkan aku. Dia pasti bangga sekali terhadapku. Dan aku tidak pelit, akan kuberi tahu bagaimana menjaga tubuh agar tetap langsing. Rahasianya ada di piring kita masing-masing.Coba lihat apa yang ada di piring kalian, dan lihat apa yang ada di piringku” Marie memandang jijik ke piring teman-temannya yang berisi daging steak berlemak. Di lain pihak teman Marie memandang tanpa napsu pada isi piring Marie yang hanya berisi salad tanpa dressing dan buah potong.
Lalu Marie seperti biasa menceramahi teman-temannya tentang gaya hidup sehat, teman-teman Marie mendengarkan dengan seksama, memandang Marie tanpa kedip sambil menyuapkan potongan-potongan daging dan puding-puding coklat ke mulut mereka.

Pertemuan berakhir, dengan bangga Marie melenggang meninggalkan teman-temannya. Menaiki taksi pertama yang berhenti di hadapan mereka. Sepeninggalan Marie, teman-temannya yang pulang bersama berjalan kaki.

“Selalu saja, Marie selalu membicarakan berat badan dan mencemooh kita karena kita tidak bisa ramping seperti dia. Aku muak sekali mendengarnya”
“Betul, Marie salalu membicarakan topik berat badan setiap pertemuan. Aku merasa seperti orang bodoh saja. Lagipula, siapa yang mau tubuh kerempeng seperti dia? aku lebih suka tubuhku biarpun aku gendut tapi tapi sexy”
“betul, dan payudaramu besar” kata salah satu dari mereka yang disambut tawa riuh oleh yang lain.
“Dan seenaknya saja dia bicara suamiku meninggalkanku karena bentuk badanku, padahal aku yang meninggalkannya karena dia tukang mabuk”
“Kalau bukan untuk makanan enak dan gratis sebulan sekali, aku tak sudi bertemu Marie lagi”
“Betul, aku juga”
“Eh kau tau, aku dengar suami Marie ada main dengan wanita dari kota sebelah”
“ya aku pun mendengar gosipnya, dan kabarnya wanita itu bertubuh montok”
“itu bukan gosip, aku melihatnya sendiri suami Marie bercumbu dengan wanita montok dibelakang bar tempatku bekerja”
“Marie yang malang..”
“kukira aku akan tetap menghadiri undangannya”
“ya.. Marie yang malang..”
sayup-sayup suara mereka menghilang seiring dengan semakin jauhnya mereka berjalan.

Sang Pengantar Paket

Seorang pengantar paket yang baru sehari bekerja, bertugas mengantarkan sebuah paket berupa sebuah kotak. Bosnya bilang, akan ada paket serupa setiap hari, harus dikirimkan ke tempat yang sama dari Senin sampai Jumat, pada waktu yang sama pula. Bos nya bilang, penerima paket ini bersedia membayar sangat tinggi, sehingga bos sang pengantar paket mampu mempekerjakan sang pengantar paket baru ini.

Sang pengantar paket tersebut berjalan menuju sebuah gedung megah bertingkat. Ditangannya digenggamnya kotak itu dengan hati-hati, ia berjalan alamat yang tertera di kotak tersebut :

Untuk : Mr X
Alamat : Perusahaan Y
Jabatan : Direktur
No telp : xxxxxxxxxx
Note : tolong paket ini diberikan langsung kepada Mr X sebelum jam 1 siang, karena paket ini sangat penting. Bawalah paket ini dengan hati-hati.

Sesampainya digedung tersebut, sang pengantar paket berhenti di lobi lalu memindahkan paket itu ke tangan kirinya. Ia mengambil hp nya lalu menekan nomor telepon yang tertera di kotak tersebut.

“Halo” sebuah suara berat menyambutnya.
“Halo, dengan Mr X dari perusahaan Y?”
“ya ya betul sekali, anda siapa?”
“Saya sang pengantar paket, saya membawa sebuah paket yang harus saya serahkan langsung kepada mister”
“Baiklah, apakah anda dilobi?”
“Ya saya di lobi, dekat resepsionis”
“Oke oke, tunggu sebentar saya akan turun mengambil paket itu”
“Baik, terima kasih mister”
Telepon ditutup.

Lima menit berlalu sejak telepon itu ditutup. Sang pengantar paket melihat jam tangannya, pukul 12.40. Masih aman, dia bisa memberikan paket ini sebelum batas waktunya.
Sang pengantar paket memandang kagum pada interior megah kantor tersebut. Tentu saja, ini adalah kantor bonafid. Lihat saja, orang-orang yang berlalu lalang disini, yang tentunya adalah karwayannya, mereka terlihat sangat profesioal. Wanita-wanitanya terlihat segar dan cemerlang, tak ada yang tak menggunakan make up. Dan mereka menggunakan pakaian indah yang untuk ukuran sang pengantar paket, pakaian itu seharusnya dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan, atau lebih pantas dikenakan seorang artis atau penyanyi pada saat mereka sedang konser. Lengkap dengan sepatu berukuran tinggi, sang pengantar paket yang dulu sering merasakan sabetan sandal ibunya kalau merasa ngilu melihat betapa runcingnya hak-hak sepatu itu. Pria-prianya tidak ada yang mengenakan kaos oblong seperti dirinya. Semuanya mengenakan kemeja, berdasi lagi, dan banyak lagi yang berjas. Sepatu hitam mengkilat seperti yang sering ia lihat di iklan semir sepatu. Mungkin mereka menggunakan semir sepatu itu. Sang pengantar paket memandang kebawah, melihat sepatunya yang kusam. Ia berjanji akan membeli semir sepatu itu kalau sudah mendapat gajinya.

Ruangan sejuk berAC membuat sang pengantar paket merasa rileks dan betah. Sang pengantar paket membayangkan kantornya yang pengap. Bukan tidak ada AC, tapi satu-satunya AC diruangan besar dikantornya yang dihuni sekitar 10 orang itu rusak. Dan saat bosnya mewawancarai sang pengantar paket, bosnya bilang kalau kantornya tidak memerlukan AC. AC hanya akan menghilangkan aroma kerja keras dikantor tersebut (yang akhirnya disadari sang pengantar paket tadi pagi dikantornya, bahwa aroma kerja keras itu adalah bau pengap bercampur keringat yang tercium begitu ia memasuki kantornya).

Sepuluh menit berlalu, sang pengantar paket masih di lobi, menunggu sang empunya paket yang tak kunjung datang. Ruangan sejuk itu berubah menjadi seperti dalam kulkas, sang pengantar paket yang tak biasa dengan dinginnya AC mulai merasa kedinginan. Rasa dingin itu menjalar masuk ke kulitnya, masuk ke perutnya, menekan isinya perutnya. Dan tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu dalam tubuhnya, hal yang paling tidak dia inginkan saat ini, saat ia sedang bekerja. Tapi rasa itu semakin kuat, ya, dia merasa ingin buang hajat.

Kemana Mr X? kenapa membuatnya menunggu begitu lama? Sang pengantar paket menekan kembali nomor telepon Mr X, tapi kali ini teleponnya tidak diangkat. Ketenangannya hilang sudah, kini ia menjadi gelisah. Ia merapatkan kakinya menahan hajatnya yang sudah ingin keluar.

Mentang-mentang seorang direktur, apa bisa dia seenaknya membuat orang menunggu sedemikian lama? Benar-benar tidak menghargai orang. Apa Mr X pikir, pekerjaan pengantar paket itu tidak penting? Sang pengantar paket memaki direktur itu dalam hati. Ditekan-tekannya perutnya yang bergejolak.

Direktur sialan, mentang-mentang dia orang hebat. Apalah gunanya seorang direktur dibandingan pengantar paket yang bekerja kesana kemari agar paket-paket bisa terkirim ke tempat tujuannya pada waktunya? Direktur kerjanya hanya duduk-duduk saja, membiarkan orang menunggu lama, tanpa memikirkan orang lain. Apa hebatnya dia? Sialan!

Benar-benar tak bisa dibandingkan! Pengantar paket adalah pekerjaan mulia. Dunia akan sengsara tanpa pengantar paket, bayangkan, bahkan paket penting untuk direktur sialan itu pun harus diantarkan oleh pengantar paket. Hahaha! Pengantar paket adalah pekerjaan paling penting, kalau tidak ada pengantar paket, siapa lagi yang akan mengantarkan barang penting ini kepada direktur perusahaan sebesar ini? tidak ada! Pekerjaan direktur benar-benar tidak ada artinya dibanding pengantar paket. Tubuh yang pengantar paket gemetar, menahan dingin dan hajat yang semakin melesak.

Direktur gila! kemana dia! sialan! Coba bayangkan, apa pentingnya seorang direktur? kerjaanya hanya membuat orang kesal saja. mungkin dia menyuruh-nyuruh orang seenaknya. Lihat saja, sekarang sudah pukul satu lewat. Salah siapa paket ini menjadi terlambat?? Sang pengantar paket menyumpahi direktur itu dalam kemarahan yang sudah sampai ke ubun-ubun.

Sang pengantar paket memandangi orang-orang yang tadi dikaguminya dan masih dikaguminya. Dengan lemah ia mengakui dalam hatinya, ya, sang direktur adalah bos mereka. Bos orang-orang hebat ini, tentulah dia adalah orang yang hebat. Orang-orang yang pastinya bergaji besar. Bergaji besar sekali sehingga mampu membayar mahal untuk jasa pengiriman paket. Kemarahan sang pengantar paket melemah, berganti dengan ketidak berdayaan. Ia teringat perkataan bosnya, direktur ini membayar mahal untuk mendapatkan paket itu setiap hari, karena itu bosnya mempekerjakan sang pngantar paket baru itu, sial! umpat sang pengantar paket . Hajatnya sudah sampai diujung tanduk. Sang pengantar paket mengumpat lagi. Tangannya yang memegang paket itu mulai gemetar.

“Anda pengantar paket?” tanya seseorang berjas yang baru saja keluar dari lift.
“Ya , ya saya pengantar paket, anda Mr X?”
“ya, saya Mr X, maafkan saya karena membuat anda menunggu lama. Tadi saya mengalami sakit perut hebat, tak bisa tahan, maka saya ke toilet dulu membuang hajat” kata direktur tersebut sambil dengan senyuman yang sangat ramah. Ia mengambil paket dari tangan yang gemetar itu lalu berbalik dan menghilang kedalam lift.

Sang pengantar paket kehilangan kata-katanya. Ia berjalan keluar dengan gemetar hebat, entah karena kemarahan atau tidak bisa lagi menahan hajatnya.

The Nephilim

___broken_wings_ii____by_all17-d3e3qf5

Keira mengayuh sepedanya kencang-kencang, tak di perdulikan ban belakang sepedanya yang kempes. Melaju menuju asrama warna
kuning muda, melemparkan sepedanya ke semak-semak begitu saja dan berlari masuk asrama itu.
“Dave.. Dave!!”
“Dave tak ada , barusan saja dia pergi!!”
“Kemana??” Keira memandang kamar diseberang kamar Dave, kamar orang yang barusan menyahutinya.
“Kau siapa? pacar Dave? kemarilah, duduk dulu” kata seseorang dalam kamar itu, usianya kira-kira sebaya dengan Dave. Mungkin anak
baru di asrama ini. pikir Keira.
“Aku tak punya waktu” Keira berdiri didepan pintu kamar Dave yang bersebrangan dengan pintu kamar penghuni baru itu.
“Minum dulu” mengacungkan sebotol bir dingin. Keira menyeka keringatnya.
“Ayolah, namaku Ryan” akhirnya Keira menyerah pada haus tenggorokannya.

“Ah, sekarang sudah hilang sakitnya” kata Keira menekan-nekan tato bergambar sebelah sayap di pergelangan tangan kanannya. “Apanya? pergelangan tanganmu?” “Entah, tato ini serasa memanas dan berdenyut2, sakit” Keira memperlihatkan pergelangan tangannya. Menggosok-gosokan botol bir dingin itu ke tatonya, “Coba kulihat” Ryan meneliti pergelangan tangan Keira.

“Mengapa sayapnya cuma sebelah? Tato ini berpasangan? dengan siapa?” Ryan menatap Keira tajam.
“Dengan Dave lah!” Ryan terdiam.“Kei.. apakah kau sudah sering merasakan sakit pada tato mu ini?”
“Ya, sudah beberapa kali. Aku sudah bilang Dave, dia bilang aku harus memberitahu dia secepatnya kalau terasa sakit lagi, makanya aku cepat-cepat kemari”

“hmm…”
“Ikut aku Kei” Ryan berlari keluar diikuti dengan Keira.
“Ban sepedaku kempes”
“Kau kubonceng saja”

Ryan mengayuh sepedanya cepat-cepat, Keira dalam boncengannya mau tak mau memeluk erat-erat tubuh kurus Ryan. Mau kemana sih?
tanyanya dalam hati, tapi toh dia diam saja, menikmati angin yang menyapu wajahnya, menutup matanya karena angin itu terlalu tajam.
Ryan tiba-tiba menghentikan sepedanya, hampir saja Keira terlempar dari boncengannya.
“Kira-kira dong!” Keira turun dari sepea dengan tampang kesal.
“Maaf. kau kenal tempat ini?”
Alis Keira terangkat, dia mengamati sekelilingnya. Samar-samar ia teringat pernah kesini, tapi ia tak ingat kapan, sepertinya sudah lama sekali. Dengan Dave? Keira sama sekali tak ingat.

“Ayo masuk” Ryan menarik tangan Keira.
“Takut” Keira menahan diri. Rumah tua dari kayu ini membuatnya takut. Nyala lampu kuning temaran, pintu kayu yang tebal dan kokoh membuatnya tak nyaman.
“Tak apa, ada aku”
“Tak lah, aku mau pulang saja” Keira tak beranjak.
“Kei, dengar. sini duduk” Ryan mengajak Keira duduk di tangga kayu rumah itu. Keira pun menurut.
“Kei, tentang Dave..”
“Kenapa dengan Dave?”
“Dengar, kau boleh percaya ataupun tidak… “

***
“Kei.. Keira!!” Keira melanjutkan langkahnya, tak peduli David yang memanggilnya.
“Kei!” Dave menarik pergelangan tangan Keira. Langkah Keira terhenti, memandang Dave tajam.
“Mau apa?” kata Keira dingin. Dave memandang pergelangan tangan Keira tak percaya.
“Tatoo mu, kau hapus?” Dave mengamati pergelangan tangan Keira. Mulus, dan bersih, tak ada sama sekali bekas tatoo ditangannya.
“Ya, aku hapus. Maaf Dave, aku sudah tau siapa dirimu”
Tiba-tiba wajah Dave terlihat kesakitan.
Dave betumpu pada kedua lututnya sambil memegangi tato dipergelangan tangannya yang kini kelihatan memerah. Tubuhnya menggeliat, keringat dingin mengalir menahan sakit.
“Siapa yang billang padamu?”
Tubuh Dave terus menggeliat, punggungnya menonjol, bajunya robek karena sesuatu mencuat dari punggungnya. Keira berteriak ngeri.
“Dave? kau kenapa??”
Tonjolan itu membesar, tiba-tiba keluar sebuah sayap putih dari punggung kirinya. Dave berlutut, sayap itu hanya sebelah. Tato ditangannya merah menyala seperti terbakar.
“S.. siapa yang bilang Keira??”
“Satu : kosong, Dave” kata suara di belakang Dave.
Keira ternganga.
“Ryan.. tolong Dave!” Keira memandang ke sosok di belakang tubuh Dave.
Dave membalikan tubuhnya dan melihat sosok Ryan disana, sepasang sayap putih membingkai punggungnya. Ia menyeringai, menjentikan jarinya mengeluarkan api, lama-lama semakin besar membentuk bola api.
“Kau….”
“Ya, sayapku sudah lengkap, kekuatanku sudah pulih”
Ryan melemparkan bola api itu ke arah Dave dan Keira. Keira menjerit. Dave melindungi tubuh Keira. keduanya terlempar ke tanah. Punggung Dave terbakar, dan dengan kekuatan yang dimilikinya ia mengepakan sayapnya yang hanya sebelah, melindungi Keira dari serbuan bola api itu.

Keira tak sadarkan diri..

***

“Dengar, kau boleh percaya ataupun tidak…, tentang Dave” kata Ryan didepan rumah tua itu.
“Kenapa dengan Dave?”
“Kei.. Dave, adalah seorang malaikat”
“Apa maksudmu?”
“Dave adalah malaikat Kei, aku juga” Ryan menghela nafas.
“Benarkah? Aku tidak percaya, Apa karena itu.. ”
“Ya, karena itu Kei, kau mau lihat buktinya? masuk ke dalam bersamaku” Kei menurut tanpa sadar ketika Ryan menarik tangannya masuk ke dalam rumah tua itu.
Kei menurut juga ketika Ryan menyuruhnya duduk di sofa.
“Apa yang kau lakukan??” jerit Keira ketika Ryan membuka bajunya.
“Shh.. lihat saja” Ryan berdiri memunggungi Keira.
Tak lama Keira menjerit sambil menutup matanya ketika melihat sesuatu tiba-tiba melesak keluar dari punggung Ryan, sayap putih seperti kapas mengelepak perlahan, hanya sebelah.
“Jangan takut Kei..”
“Is it real Ryan?” Keira perlahan membuka matanya.
“Kau boleh menyentuhnya”
Keira pun maju, menyentuh bulu-bulu halus dari sayap itu. Keira berteriak ketika tiba-tiba tato ditangannya terasa seperti terbakar., Keira langsung menarik kembali tangannya.
“It’s real.. mengapa hanya sebelah?”

***

“Kei.. Kei.. bangun Kei..”
“Mhhh…” Kei berusaha membuka matanya, tapi ia tak sanggup

***

“Dave juga malaikat?”
“Yes, he is.. hanya saja..”
“Hanya saja?”
“Dave is a fallen angel, Kei. Dia jatuh dalam dosa”
“Ha? apa maksudmu? dia jahat?”
Ryan mengangguk lemah.
“Tato sayap di tanganmu, dia mengikatmu Kei.. , karena itu kau harus menghapusnya”
“Mengikatku?”
“Ya, dia tidak akan melepasmu seumur hidupmu, kau akan menjadi korbannya”
“Uh.. lalu bagaimana aku bisa melepaskan diri dari Dave?”
“Aku bisa membantumu asal kau bersedia, tato mu harus ku hapus”
Keira menyodorkan tangannya pada Ryan.

***

Kei, dimana kau, tato ditanganku sudah tak tertahankan lagi, rasanya seperti terbakar. Aku tak bisa mencarimu kemana-mana Kei.. apa yang terjadi padamu?. Siapa iblis yang mengganggumu Kei.. Kau dimana???!! Bagaimana kau bisa berada sedekat itu dengan iblis?? Berhati-hatilah Kei..

***

“Kau yakin mau bersamaku Kei? hidupku berbahaya..”
“Tak apa, aku akan menjagamu” kata Keira.
Dave tertawa.
“Aku yang akan menjagamu. Tato ini akan mengikat kamu dengan ku Kei, kuberikan separuh sayapku untuk melindungimu, jangen pernah kau hapus apapun yang terjadi” Dave mulai melukiskan gambar sayap di pergelangan tangan Keira.

***

“Kei.. bangun .. ”
Keira masih terbaring di tanah. Ia merasa ada yang menyentuh pipinya. Ia membuka matanya, tapi terhalang oleh sesuatu yang lembut dan hangat, sesuatu menyelimutinya
“Apa .. Dave, apa yang terjadi?”
“Kei.. aku sudah berjanji akan melindungimu”
Keira menyadari, sayap Dave yang menyelimutinya.

“Dave sudahlah, kau tak bisa melindunginya terus menerus. Keira sudah memberikan sayapnya padaku, selamatkan dirimu, biarkan dia mati, atau kau yang mati. Ingat, sayapmu tinggal sebelah”teriak Ryan

“Tidak! Tidak akan!”
“Kau tau resikonya Dave” Ryan mulai tertawa

“Kei.. pejamkan matamu ”
Dave mengusap lembut pergelangan tangan Keira
“Tidurlah.. tidurlah Kei, aku akan selalu menjagamu”
Perlahan Keira terlelap..

***

Keira menatap keluar cafe, dingin. Sebulan telah berlalu sejak Keira ditemukan pingsan disebuah taman kota, dengan sebuah tato di pergelangan tangan kanannya. Diusapnya tato bergambar sayap itu perlahan. Gambar separuh sayap yang terkoyak.

“Aku yang akan menjagamu. Tato ini akan mengikat kamu dengan ku Kei, kuberikan separuh sayapku untuk melindungimu, jangen pernah kau hapus apapun yang terjadi”

***

“Kalau jalan hati-hati dong!!”
“Uh.. maaf” kata pemuda yang baru saja menabrak Keira sehingga kopi panas yang dibawanya tumpah mengenai pergelangan tangannya.
“Biar kubersihkan” pemuda itu menarik ujung kaos nya dan mulai mengelap pergelangan tangan Keira. Keira membiarkannya.
“Sayapnya kok terkoyak?” tanya pemuda itu, mengelap percikan kopi di atas tato itu.
Ia memperhatikan gerakan pemuda itu yang mengelap pergelangan tangannya dengan hati-hati.
“Pergelangan tanganmu yang bertato ini pernah berasa sakit? Aku bisa menghapusnya kalau kau mau”

I wake up and I see the face of the devil, and I ask him, “What time is it?”
And he says,
“How much time do you want?”
(Diamanda Galas, The Shit of God)

“Tato ini tidak pernah terasa sakit lagi, karena pasanganya sudah berada disurga” Keira tersenyum menatap wajah pemuda itu, lalu melihat tato sayap yang hanya sebelah di lengan pemuda itu.

“Siapa namamu?”
Keira melangkah pergi, menjauhi pemuda itu.Di usapnya tato di pergelangan tangannya. Keira menengadah ke langit, memandangi awan yang seputih salju, seperti sayap Dave.

Kali ini tak akan kubiarkan siapapun menghapusnya Dave, karena kau mengorbankan nyawamu untuk selalu melindungiku.

“in another life, i would be your girl. We keep all our promises, be us against the world.
In other life i would make you stay, so i don’t have to say you were the one that got away”

inspired by Katy Perry’s video clip – The one that got away

Perayaan Peh Cun

Perayaan Peh Cun merupakan salah satu tradisi Cina. Perayaan ini identik dengan lomba perahu naga, makan bakcang dan tradisi telur berdiri.

Perayaan Peh Cun dirayakan setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Cina.

Ada 2 kisah yang menjadi asal muasal perayaan Peh Cun ini :
1. Perayaan Peh Cun merupakan peringatan atas seorang menteri negara Chu yang bunuh diri dengan melompat ke dalam sungai Miluo. Kabarnya Sang menteri bunuh diri karena, walaupun dia menteri yang baik dan sangat berperan dalam memajukan negara Chu, namun banyak anggota keluarga kerajaan yang tidak menyukainya dan ia sering dikritik.

Sang Menteri melompat ke dalam sungai Miluo pada tanggal bulan 5 penanggalan Cina. Rakyat negara Chu merasa sedih lalu mulai berperahu untuk mencari jasad sang menteri, yang akhirnya menjadi cikal bakal lomba perahu naga.

Dan rakyat juga melemparkan makanan-makanan ke dalam sungai, agar ikan-ikan dan udang-udang didalam sungai tidak mengganggu jasad sang Menteri. Dan agar makanan-makanan itu terhindar dari naga, maka mereka membungkusnya dengan daun, dan dikenal sekarang merupakan tradisi bakcang.

2. Merupakan perayaan yang dilakukan suku Yue sebagai penghormatan terhadap nenek moyang mereka. Perayaan ini sudah ada sejak jaman Dinasti Qin dan Han. Perayaan itu terasimilasi sehingga menjadi perayaan Peh Chun seperti sekarang.

Salah satu tradisi unik pada perayaan Peh Cun adalah tradisi membuat telur berdiri. Konon katanya, pada hari Peh Cun, posisi matahari berada pada titik kulminasi terdekat dengan bumi di siang hari. Kuatnya pengaruh gravitasi matahari terhadap bumi bisa membuat telur-telur berdiri. Ada kepercayaan bahwa orang yang bisa membuat telur berdiri akan mendapat berkah .

IMG-20140602-WA0003

Perayaan Peh Cun di Indonesia , biasa dimeriahkan dengan hal-hal diatas. ParangTritis, Bantul, Yogyakarta merupakan salah satu tempat dimana hampir selalu dijadikan lokasi untuk perayaan Peh Cun, mereka mengadakan lomba perahu naga, dan juga mendirikan telur. Pada tahun ini puncak perayaan Peh Cun jatuh pada tanggal 2 Juni 2014 kemarin 🙂

IMG-20140602-WA0002

The Entertainer

clown

Bola warna warni terlempar ke udara, tangan yang tertutup sarung tangan itu dengan gesit menangkapnya lalu melemparkannya lagi, dia tidak membiarkan bola-bola itu terjatuh.

Seyum lebar berwarna merah itu tidak pernah hilang dari wajahnya. Panas dan keringat dalam tubuhnya tak dirasakan lagi kala melihat wajah-wajah kecil tertawa, sejenak persoalannya terlupakan.

Seorang anak kecil menangis, membuyarkan konsentrasinya. Bola warna warni itu tak tergapai oleh tangan, berhamburan ke lantai. anak-anak masih tertawa, kali ini tawa yang berbeda.Persoalannya yang tadi terlupakan kini muncul bertubi-tubi. Ia teringat anaknya yang terbaring sakit dirumah, Anaknya yang biasanya tertawa melihat permainan bola nya kini bahkan tak sanggup tersenyum.
Ia melangkah gotai meninggalkan pesta, uang yang diterimanya tak seberapa, mungkin cukup untuk makan seminggu saja.
Ia memasuki rumahnya yang terbuat dari triplek, anak semata wayangnya yang tergolek lemah diatas tikar menatapnya
Ia masih mengenakan senyum lebar berwarna merah, mendekati sang anak dan mengusap rambutnya lembut.
Ia mengeluarkan bola warna warni, lalu mulai melempar-lemparnya. Sang anak memandanginya, tersenyum sedikit
lalu meringis kesakitan. Tapi matanya berbinar memandangi bola-bola itu berterbangan.
Seyum lebar berwarna merah itu tetap disana, walaupun badannya basah kuyup kepanasan.
Yang penting ia mampu memberi sedikit kebahagiaan pada sang anak. tak lama sang anak pun tertidur. Ia mengusap lagi kepala anaknya dengan sayang.
Lalu ia pergi ke depan cermin, Membuka kostumnya, membuka topengnya, seketika senyum lebar berwarna merah itu lenyap berganti dengan wajah murung penuh keriputDan tetesan terakhir keringat jatuh dari sudut matanya..

— singapore, 28 Aug 2014
— inspired by The Entertainer (Scott Joplin)