Nyonya Marie Van der Berg

Nyonya Van der Berg, yang bernama gadis Marie, dalam usianya yang sudah melewati enam puluh tahun, tubuhnya masih tetap ramping seperti saat masih remaja. Tentu saja hal ini sangat membanggakan dirinya.

Marie rela mengajak keluar dan mentraktir teman-teman lamanya hanya untuk memperlihatkan bentuk tubuhnya. Dan lagi dan lagi, sesuai dengan apa yang Marie harapkan, Marie selalu mendapatkan bahwa teman-teman nya yang dulu ramping kini sudah mengembang dengan lemak bergelambir di beberapa bagian tubuh mereka, terutama perut.
Ini karena melahirkan, kata temannya. Tapi mereka tak bisa membela diri terlalu banyak karena Marie yang berbadan ramping berperut rata itu sudah melahirkan empat orang anak.

Hari ini merupakan hari yang sudah ditunggu-tunggu Marie. Hari pertemuan dengan teman-teman lamanya. Marie sudah mengatur agar mereka mengadakan pertemuan sebulan sekali, dengan alasan untuk menjaga tali persahabatan agar tidak terputus begitu saja. Tentu saja, Marie yang akan membayar semua biaya dari pengeluaran itu.

Benar saja, sekali lagi Marie menjadi pusat perhatian di pertemuan yang terdiri dari enam orang itu. Karena entah bagaimana, Marie selalu berhasil membawa topik tentang berat badan ke dalam pertemuan itu. Dan tak bosan-bosannya, temannya berusaha mendapat sedikit resep untuk mendapatkan tubuh langsing.
“Aku heran bagaimana badanmu bisa tetap langsing setelah melahirkan beberapa anak”
“Suamimu tentu sangat bangga dan bahagia memiliki istri yang bertubuh langsing”
“Beri kami tips untuk bisa langsing sepertimu Marie”
Pertanyaan beruntun dari teman-temannya itu tentu saja membuat Marie lebih merasa bersemangat lagi.
“Kalian harus berpikir betapa menyedihkan hidup kalian. Kau, Amber dan Gina, suamimu menceraikanmu. Jika tubuhmu langsing dan menarik, tentu dia tak akan meninggalkanmu. Lihat saja suamiku, mana mungkin dia meninggalkan aku. Dia pasti bangga sekali terhadapku. Dan aku tidak pelit, akan kuberi tahu bagaimana menjaga tubuh agar tetap langsing. Rahasianya ada di piring kita masing-masing.Coba lihat apa yang ada di piring kalian, dan lihat apa yang ada di piringku” Marie memandang jijik ke piring teman-temannya yang berisi daging steak berlemak. Di lain pihak teman Marie memandang tanpa napsu pada isi piring Marie yang hanya berisi salad tanpa dressing dan buah potong.
Lalu Marie seperti biasa menceramahi teman-temannya tentang gaya hidup sehat, teman-teman Marie mendengarkan dengan seksama, memandang Marie tanpa kedip sambil menyuapkan potongan-potongan daging dan puding-puding coklat ke mulut mereka.

Pertemuan berakhir, dengan bangga Marie melenggang meninggalkan teman-temannya. Menaiki taksi pertama yang berhenti di hadapan mereka. Sepeninggalan Marie, teman-temannya yang pulang bersama berjalan kaki menuju halte bis.

“Selalu saja, Marie selalu membicarakan berat badan dan mencemooh kita karena kita tidak bisa ramping seperti dia. Aku muak sekali mendengarnya”
“Betul, Marie salalu membicarakan topik berat badan setiap pertemuan. Aku merasa seperti orang bodoh saja. Lagipula, siapa yang mau tubuh kerempeng seperti dia? aku lebih suka tubuhku biarpun aku gendut tapi tapi sexy”
“betul, dan payudaramu besar” kata salah satu dari mereka yang disambut tawa riuh oleh yang lain.
“Dan seenaknya saja dia bicara suamiku meninggalkanku karena bentuk badanku, padahal aku yang meninggalkannya karena dia tukang mabuk”
“Kalau bukan untuk makanan enak dan gratis sebulan sekali, aku tak sudi bertemu Marie lagi”
“Betul, aku juga”
“Eh kau tau, aku dengar suami Marie ada main dengan wanita dari kota sebelah”
“ya aku pun mendengar gosipnya, dan kabarnya wanita itu bertubuh montok”
“itu bukan gosip, aku melihatnya sendiri suami Marie bercumbu dengan wanita montok dibelakang bar tempatku bekerja”
“Marie yang malang..”
“kukira aku akan tetap menghadiri undangannya”
“ya aku juga.. Marie yang malang..”
sayup-sayup suara mereka menghilang seiring dengan semakin jauhnya mereka berjalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s